Strategi

Bagaimana Menghitung Average Down Saham?

Memahami cara menghitung average saham, average down saham sebagai tolak ukur cara pembelian saham yang tepat yang bisa memberikan keuntungan.

Menghitung Average Down

Cara hitung average down saham adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengetahui harga rata-rata dari saham yang sama. Jadi rumus ini hanya berlaku untuk satu jenis saham yang sama saja, misalnya untuk mengetahui average down saham Google maka data yang kita butuhkan adalah harga saham tersebut saja. 

Artikel Terkait

Tentang Average Down

Average Down adalah sebuah strategi yang biasanya dilakukan oleh para investor saham dan trader saham yang melakukan pembelian saham secara bertahap disaat harga saham beranjak turun. Tujuannya adalah agar tingkat keuntungan yang didapatkan bisa meningkat disaat harga saham tersebut naik. Strategi average down ini sangat umum digunakan, namun ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dan juga perlu anda lakukan sebelum memutuskan untuk menggunakan strategi average down yaitu :

1. Memantau harga saham dalam kurun waktu tertentu.

Memantau harga saham perusahaan yang diinginkan dalam waktu tertentu bertujuan agar anda memiliki gambaran tentang harga saham yang anda incar. Dengan demikian maka anda akan mengetahui kapan waktu yang paling tepat untuk membeli saham tersebut, dan anda juga bisa memperkirakan berapa persen saham itu akan turun dan kira-kira berapa persen saham tersebut akan naik.

2. Pastikan harga saham akan segera naik

Memastikan harga saham perusahaan yang akan beli akan segera naik kembali adalah hal yang paling penting. Karena jika anda menggunakan strategi average down, namun harga saham masih saja akan turun, maka hal ini bisa menyebabkan tingkat kerugian yang mungkin saja anda derita akan semakin parah.

3. Terapkan strategi average down jika harga saham tidak terlalu jatuh

Strategi average down pada saham perusahaan yang ingin anda beli bisa dilakukan jika harga saham tersebut jatuhnya tidak terlalu jauh. Namun jika harga saham tersebut jatuh terlalu jauh, maka bisa saja kerugian besar akan membayangi anda. Jadi perlu hati-hati dalam memilih saham perusahaan yang ingin anda beli dan juga perhatikan harga saham dengan seksama.

4. Menentukan jumlah lot maksimum di harga minimum

Dengan menentukan jumlah lot maksimal maka akan membatasi anda untuk membeli saham dengan jumlah yang berlebihan. Membeli saham di harga rendah memang baik, karena anda bisa mendapatkan saham dengan jumlah yang banyak. Namun perlu diingat, saham perusahaan yang anda beli disaat harganya rendah belum tentu harganya akan naik dalam waktu dekat. 

Oleh sebab itu, anda juga harus mengontrol modal investasi yang anda miliki untuk membeli saham perusahaan tertentu, dan anda harus tahu berapa jumlah maksimal lot saham perusahaan yang harus anda beli. Jadi strategi average down ini memang baik dilakukan namun dengan catatan, anda harus benar-benar paham resikonya. Karena investasi dengan membeli saham perusahaan tertentu memiliki resiko yang cukup tinggi.

Ilustrasi orang yang sedang trading saham
Ilustrasi orang yang sedang trading saham

Contoh Menghitung Average Down Pada Saham

Menghitung average down dan menerapkan strategi average down pada saham yang akan dibeli yaitu dengan cara menghitung harga saham dari yang tertinggi ke yang terendah. Rumusnya adalah :

Average down = ((harga 1 x lot 1) + (harga 2 x lot 2) + (harga 3 x lot 3) +…. (harga N x lot N)) : Total lot

Contohnya :

Seorang investor percaya bahwa saham perusahaan yang akan dibelinya akan turun, maka investor ini ingin menerapkan strategi  sistem average down dalam melakukan investasi. Agar strategi ini berhasil maka investor tersebut membeli sebuah saham perusahaan yang dibeli secara berturut-turut dengan rentang waktu tertentu dan rincian pembelian sebagai berikut :

  • Harga 1 sebesar Rp.700 dengan jumlah 1 lot atau 100 lembar saham
  • Harga 2 sebesar Rp.500 dengan jumlah 2 lot atau 200 lembar saham
  • Harga 3 sebesar Rp.300 dengan jumlah 3 lot atau 300 lembar saham

Jadi strategi average down yang dilakukan oleh investor tersebut memiliki nilai average down sebagai berikut:

((700 x 100)+ (500 x 200) + (300 x 300)): 100+200+300 

(70.000 + 10.000 + 90.000) : 600

170.000 : 600

283,3

Jadi harga rata-rata saham dari total semua saham yang sudah dibeli oleh investor tersebut adalah 283,3. Jika dilihat dari harga saham yang tertera pada daftar. Jika prediksi investor tersebut benar dan harga saham naik menjadi Rp.800, maka keuntungan yang diperoleh oleh investor tersebut adalah:

Keuntungan : (800 x 600) – (283,3 x 600) = 480.000 – 170.000 = 310.000

Jadi besarnya keuntungan yang didapatkan oleh investor tersebut jika prediksinya benar dan strategi average down yang diterapkannya berhasil sehingga saham tersebut mencapai harga Rp.800 per lembar saham. Maka keuntungan yang diperoleh oleh investor tersebut sebesar Rp.310.000

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa strategi average down adalah strategi yang diterapkan oleh seorang investor saat harga saham sebuah perusahaan turun, dengan cara membeli saham perusahaan tersebut secara bertahap sehingga bisa memberikan keuntungan bagi investor yang menerapkan strategi average down tersebut.

Juga baca

Trading Forex Tanpa Menggunakan Indikator 99.9 profit

Apa itu kustodian kekayaan negara Pengertian dan Tugas

Waktu Yang Tepat Beli Reksadana Saham Sebagai Sumber Pendapatan Tetap

Menguak Cara Trading di MNC Sekuritas

Indikator Untuk Trading Emas Yang Akurat

Trading Autopilot Gede Penipuan

Tips Untuk Mencari Nasabah Pialang Berjangka

Sulastri

Saya lahir di sebuah kota kecil di Sumatera Selatan. Saya sangat suka belajar & membaca buku. di tahun 2009 saya lulus dari sebuah Universitas swasta di Jakarta dan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi. Setelah lulus saya berkarir di sebuah broker forex lokal selama beberapa bulan kemudian beralih ke sebuah perusahaan manajemen aset di Jakarta. Berkarir di bidang keuangan khususnya forex selama lebih dari 7 tahun dan cryptocurrency lebih dari 4 tahun. Saya sangat tertarik dengan dunia keuangan & investasi dan hal itu membuat saya ingin berbagi informasi yang berkaitan dengan bisnis, keuangan dan juga investasi melalui sebuah tulisan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button