Bursa & Saham

Mencari Tahu Jumlah Saham Dalam Hitungan Lot

Mencari tahu jumlah 1 lot saham berapa lembar, agar kita dapat mengetahui berapa jumlah dana yang harus dipersiapkan untuk membeli saham karena saham setiap perusahaan harganya berbeda-beda.

Untuk berinvestasi dibidang saham, setiap investor harus memiliki pengetahuan misalnya tentang 1 lot dalam saham. Dan banyak sekali orang yang belum tahu 1 lot saham berapa lembar, bahkan jika ditanya pun, mereka belum tentu bisa menjawabnya. Padahal istilah lot ini sangat penting, karena setiap transaksi dalam saham pasti menggunakan hitungan minimal 1 lot.

Dan setiap investor sebenarnya wajib mempelajari semua istilah dalam investasi, termasuk istilah-istilah yang ada pada investasi saham. Agar anda bisa menjawab pertanyaan 1 lot berapa lembar saham, baca penjelasannya dibawah dengan seksama.

Arti Lot Dalam Saham

Jika anda merupakan investor baru dalam saham, dan tidak memiliki pengetahuan dan belum mengenal istilah-istilah dalam dunia investasi saham, maka anda akan kebingungan dengan arti lot yang sebenarnya. Lot adalah sebuah satuan yang menjadi tolak ukur dalam setiap transaksi saham dan sudah ditetapkan oleh BEI dan berlaku pada setiap transaksi yang terjadi. Dan biasanya  jumlah minimal transaksi di bursa yaitu 1 lot saham.

Karena bursa akan memberlakukan batasan minimum dalam setiap transaksi. Jumlah minimum transaksi dalam saham yaitu satu lot saham. Anda juga akan memahami jumlah 1 lot itu berapa lembar saham dan juga bisa mengkonversikannya dalam bentuk rupiah atau Idr, karena satuan dalam setiap lot saham tidak dapat dipisahkan dengan besarnya jumlah uang dalam rupiah (Rp) yang harus anda keluarkan untuk mendapatkan saham tersebut.

Dan jumlah lot ini juga bisa mempengaruhi loss dan juga profit semua investor yang memiliki saham. Dan di bursa biasanya harga yang tercantum adalah harga satuan saham tersebut, namun minimal transaksi dalam hitungan lot, jadi anda bisa menghitung dana untuk membeli 1 lot berapa rupiah yang anda butuhkan. Karena harga 1 lot saham itu berbeda-beda pada setiap perusahaan emiten.

Ilustrasi daftar harga saham di IDX
Ilustrasi saham IDX

Siapa Yang Boleh Berinvestasi?

Jika anda penasaran siapa sih yang boleh menjadi investor saham? Jawabannya adalah semua orang bisa menjadi investor, namun tidak semua orang mau menjadi investor karena alasan pribadi maupun finansial. Untuk berinvestasi di bidang saham saat ini sangat mudah, bahkan semua transaksi mulai dari pendaftaran sampai dengan transaksi di bursa bisa dilakukan secara online lho. Dan syaratnya juga ringan, asal anda sudah memiliki KTP atau berusia diatas 17 tahun, maka anda bisa memulai untuk berinvestasi dan menjadi investor saham.

Namun dana investasi yang hendak anda gunakan sebaiknya bukanlah dana yang akan anda gunakan sehari-harinya. Karena investasi di bidang saham termasuk dalam investasi yang membutuhkan waktu yang lama. Dan jumlah dana dalam berinvestasi saham juga bergantung pada harga 1 lot saham berapa rupiah. Dengan mengetahui 1 lot itu berapa uang yang anda butuhkan, maka anda bisa mempersiapkan dana yang dibutuhkan untuk investasi tersebut.

Harga saham Bank BCA per lembarnya di IDX
Saham BCA Per Lembar

1 Lot Ada Berapa Lembar Saham?

Supaya anda tidak kebingungan dalam menghitung besarnya dana investasi yang akan gunakan sebagai mudal, maka anda harus tahu dahulu 1 lot berapa lembar saham?

Di tahun 2011, BEI menetapkan bahwa 1 lot saham adalah 500 lembar saham, tapi di tahun 2014 ketetapan itu diubah, 1 lot ada 100 lembar saham, tujuannya adalah, agar lebih mudah menghitungnya jika jumlahnya dalam kelipatan, misalnya jika anda ingin membeli 2 lot atau 3 lot sekaligus. 

1 Lot Ada Berapa Lembar Saham

Setelah mengetahui jumlah 1 lot ada berapa lembar saham yang berlaku saat ini, maka akan lebih mudah bagi anda untuk menghitung jumlah uang yang dibutuhkan untuk membeli saham itu. Dan tidak semua saham perusahaan bisa anda beli, hanya perusahaan yang masuk daftar di BEI saja yang sahamnya bisa beli atau jual. Dan anda juga bisa melihat daftar saham beserta harga setiap lembar saham disana.

Banyak sekali perusahaan publik yang sahamnya bisa anda perdagangkan, mulai dari dari bisnis pertambangan, Keuangan dan perbankan, manufacturing, retail sampai dengan perusahaan perkebunan. Misalnya anda ingin membeli saham Bank BCA yang saat ini harga perlembarnya yaitu Rp.33.000, dan jika anda membeli 1 lot adalah Rp3.300.000 jumlah dana yang harus anda siapkan. Karena anda hanya bisa membeli minimal 1 lot, jadi jika anda memiliki modal minim, maka sebaiknya pilihlah saham perusahaan yang harga sahamnya masih rendah.

Membeli Di Harga Rendah

Membeli saat saat harganya murah, memberi kesempatan anda untuk berinvestasi dalam waktu yang lama memungkinkan anda untuk memperoleh keuntungan. Jangan beranggapan bahwa saham perusahaan dengan harga tinggi maka masa dengan saham itu juga bagus. Hal ini tidak bisa menjamin. Karena yang bisa menjamin naik atau turunnya harga saham adalah manajemen perusahaan itu sendiri dan juga bisnis yang dijalankannya.

Selama laporan keuangan perusahaan tersebut semakin baik dari tahun ke tahun, artinya kinerja manajemen perusahaan itu juga semakin meningkat, dan biasanya akan diiringi dengan harga sahamnya yang juga meningkat. Jadi untuk investor baru dengan modal yang minim, sangat dianjurkan membeli saham perusahaan yang harganya masih murah. Karena banyak sekali kok perusahaan-perusahaan yang memiliki potensial namun harga sahamnya saat ini masih sangat terjangkau, bisa saja jika anda berinvestasi hari ini, maka 5 sampai 10 tahun kedepan harga sahamnya meningkat, dan keuntungan anda juga tentu ikut meningkat.

Berinvestasi sejak dini memang sangat penting. Misalnya menabung, menabung dalam bentuk saham lebih menguntungkan, karena saham bisa naik berkali-kali lipat jika dibandingkan dengan bunga bank. Jadi untuk menikmati kebebasan keuangan di masa depan, mulailah menabung saham sejak dini atau melakukan investasi dalam bentuk apapun sedini mungkin.

Abdurrahman Wahid II

Abdurrahman sudah menggeluti dunia investasi dari tahun 2010 dan terus menggali pengetahuan di dunia investasi dan keuangan dari berbagai sumber.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock detected

Please, disable the adblocker. Otherwise, we will not be able to show all the beauty of the content on this page