Berita

Tipu-Tipu Robot Forex, Usai Sunton Capital Kali Ini Giliran Mark Ai

Setelah geger penipuan robot forex yang dilakukan oleh Sunton Capital beberapa hari yang lalu, kali ini MarkAI juga ikut melakukan penipuan. Dan sayangnya member yang tertipu lebih dari 500 ribu orang.

Penipuan Sunton Capital

Beberapa hari ini dunia investasi dihebohkan dengan hilangnya Sunton Capital yang merupakan perusahaan investasi yang menawarkan robot forex. Dan tidak tanggung-tanggung korbannya mencapai ribuan orang, bahkan uang ribuan dolar raib dibawa kabur oleh perusahaan robot forex asal Inggris tersebut. Bahkan website perusahaan tersebut juga sudah tidak bisa diakses, dan para nasabahnya yang tertipu tidak dapat berbuat banyak, karena Sunton Capital tidak terdaftar di Indonesia maupun berada dibawah pengawasan OJK. 

Belum juga reda kasus penipuan forex yang dilakukan oleh Sunton Capital, kasus robot trading kembali muncul ke permukaan, kali ini giliran Mark Ai. Dibawah naungan PT Teknologi Investasi Indonesia, salah satu nasabahnya yaitu Fisiharto melaporkan manajemen Mark Ai yaitu Hindera yang merupakan direktur sekaligus penanggung jawab robot crypto Mark Ai ini. Fisiharto mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.126 juta.

Petisi Yang DIbuat Oleh Member Mark Ai di change.org
Petisi Untuk Mark Ai

Awal Mula Kecurigaan Para Member

Awalnya website perusahaan bisa diakses dengan lancar dan kegiatan trading seperti login, deposit dan penarikan dana bisa dilakukan. Namun sejak 15 Oktober 2021, baik login, deposit dan penarikan dana tidak bisa dilakukan. Banyak member Mark Ai melakukan komplain ke perusahaan robot crypto tersebut, namun mereka berjanji akan memperbaiki sistemnya maksimal sampai dengan 17 Oktober 2021.

Namun setelah tanggal 17 Oktober 2021, bukan hanya website Mark Ai yang menghilang, namun semua manajemen perusahaan robot crypto tersebut juga ikut menghilang, Kantornya di Surabaya juga sudah kosong, namun melalui telegram pihak Mark Ai berdalih kosongnya kantor Mark Ai itu untuk melindungi para karyawannya karena pasti banyak member yang akan menggeruduk kantor tersebut, namun pihak member menganggap alasan tersebut sudah tidak masuk akal sehingga Mark Ai dianggap sudah melakukan penipuan berkedok robot crypto. Hingga saat ini tidak ada satupun pihak Mark Ai yang bisa dihubungi, oleh sebab itu, banyak member Mark Ai yang akhirnya melaporkan kegiatan penipuan berbaris robot crypto ini ke polisi.

Banyak sekali  member Mark Ai yang tertipu dengan investasi ini, Iming-iming yang mereka janjikan adalah uang yang bekerja untuk mereka, sehingga investor hanya duduk manis saja, dan biarlah robot crypto yang bekerja untuk menghasilkan uang bagi mereka. Dengan janji manis dari Mark Ai yaitu menawarkan keuntungan sebesar 15% sampai dengan 45% perbulannya sehingga banyak sekali orang yang akhirnya tergiur dan ikut melakukan investasi. Dan tak tanggung-tanggung, jumlah member yang ikut bergabung mencapai 500 ribu orang, dengan jumlah uang yang mereka setorkan beragam, sehingga kerugian yang diderita para member tersebut minimal mencapai 25 milyar rupiah.

Web dan Aplikasi Menghilang

Kecurigaan para member bertambah setelah website dan juga aplikasi Mark Ai sudah tidak bisa diakses lagi, komunikasi yang hanya bisa dilakukan adalah melalui group telegram. Pihak Mark Ai masih berdalih bahwa mereka tidak melakukan penipuan, banyak juga member yang menginginkan dana yang sudah mereka setor dikembalikan, namun pihak Mark Ai  mengatakan bahwa tidak ada bank yang mampu menangani masalah tersebut karena banyaknya member yang ingin melakukan penarikan dana.

Ditambah lagi Mark Ai meminta dukungan dari para membernya untuk tidak melakukan penarikan dana secara bersamaan, karena jika hal tersebut terjadi, maka perusahaan tidak akan bisa berjalan karena tidak memiliki dana operasional lagi. Sampai akhirnya para member Mark Ai tersebut membuat petisi di halaman change.org yang hingga saat artikel ini ditulis sudah ditandatangani oleh lebih dari 10.693 orang. 

Fenomena Investasi Robot Trading

Pada umumnya orang yang tertarik dengan investasi trading dengan robot adalah orang-orang yang menginkan keuntungan trading yang besar dalam waktu singkat, padahal trading forex ataupun trading crypto memiliki tingkat resiko, semakin besar keuntungan yang ditawarkan sebuah investasi, maka semakin besar pula kerugian yang mungkin saja terjadi.

Fenomena yang terjadi pada Mark Ai ini juga efek dari apa yang terjadi pada Sunton Capital. Banyak member Mark Ai yang mulai khawatir dan ingin melakukan penarikan dana, namun sayangnya Mark Ai melakukan hal yang sama dengan yang Sunton Capital. Dan banyak sekali member yang merasa dirugikan namun tidak dapat berbuat banyak kecuali melaporkan pihak Mark Ai ke pihak yang berwajib tanpa ada kejelasan apakah uang yang sudah mereka setorkan bisa kembali atau tidak.

Dan perlu diketahui trading harus menggunakan 2 analisis, fundamental dan teknikal. Sedangkan robot di desain untuk melakukan trading secara teknikal, dengan menggunakan algoritma-algoritma tertentu. Sedangkan pasar bisa dipengaruhi oleh berita-berita fundamental, sehingga robot tidak akan bisa bekerja disaat pasar terpengaruh oleh berita fundamental. Oleh sebab itu, secanggih apapun robot yang digunakan, teknologi tidak akan pernah sempurna. Jadi pertimbangkan dengan baik jika anda ingin melakukan investasi menggunakan robot.

Sumbercnbcindonesia.com

Abdurrahman Wahid II

Abdurrahman sudah menggeluti dunia investasi dari tahun 2010 dan terus menggali pengetahuan di dunia investasi dan keuangan dari berbagai sumber.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock detected

Please, disable the adblocker. Otherwise, we will not be able to show all the beauty of the content on this page